Langsung ke konten utama

Postingan

Unasman dan STIEB-IMM Teken MoU bersama TVRI Sulbar

Pose bersama pasca penandatanganan MoU (Foto: Hamdan) Polman-andankji.com -- Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman) dan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi & Bisnis Insan Madani Mandar (STIEB-IMM), menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan TVRI Sulawesi Barat. Kegiatan penandatanganan ini berlangsung hikmat di Gedung Mahkamah Konstitusi Kampus Unasman, Madatte, Senin 20 Maret 2023. Penandatanganan dilakukan langsung oleh Rektor Unasman Dr. Chuduriah Sahabuddin, M.Si., Kabag Akademik dan Kemahasiswaan STIEB-IMM Sri Irmayanti, dan Kepala Stasiun TVRI Sulbar Ir. Fuad, M.M. Kegiatan ini dihadiri dan disaksikan oleh Wakil Rektor, para Dekan dan Ketua Prodi sejajaran Unasman, Pejabat Struktural STIEB-IMM, Ketua Tim Perencanaan & Pengendalian Konten Media Baru  TVRI Sulawesi Bara , serta Ketua Tim Perencanaan & Pengendalian Pengembangan Usaha TVRI Sulawesi Barat. Dalam sambutannya, Kepala Stasiun TVRI Sulbar menawarkan beberapa kegiatan atau program yang potensia...

Paltering dan Pemuja Kebaikan

Oleh: Hamdan (Dosen Universitas Al Asyariah Mandar)                Saya ingin memulai tulisan ini dengan menyatakan bahwa; kebaikan, kebenaran, atau kejujuran adalah alat yang paling jitu untuk melakukan penipuan atau kebohongan. Sebagai contoh kecil,  suatu ketika  saya ke pasar ikan tradisional   (dan mungkin juga anda  pernah ke tempat serupa ),  t idak   jarang penjual menawarkan ikannya dengan pernyataan-pernyataan yang menarik. Misalnya;  “ ikan segar ” ,  “masih  baru ” ,  “ saya tambahkan satu ekor ” , dan lain-lain. Pernyataan-pernyataan itu benar dan jujur (baik) adanya. Namun ia tidak menyatakan bahwa ia telah meletakkan sesuatu di bawah tikar dudukan ikan agar ikan terkesan banyak menumpuk. Atau dalam contoh yang agak besar sedikit, seorang calon legislatif melakukan pertemuan dengan sekelompok warga. Pertemuan berlangsung tidak kurang dari satu jam. Dalam ...

TUBUH, TEKS, SEKS

  Oleh: Hamdan   sumber gambar; visualparadox.com Tiga bulan terakhir (sejak tulisan ini dibuat, Juni 2016), negeri kita menampilkan wajah muram campur geram setelah secara berturut-turut melalui berbagai media, terkabar sejumlah peristiwa pemerkosaan dibarengi pembunuhan sadis terhadap korban. Yuyun dan Enho cukup menjadi sampel. Dalam tahun 2015 sebagaimana dirilis Deutsche Welle, kekerasan seksual menurut catatan Komnas Perempuan telah mencapai 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani. Pelakunya beragam, dari ABG hingga KBT (Kakek Bau Tanah). Lalu publik mendidih, mendesakkan hukuman terberat terhadap para pelaku. Ada yang mendesakkan hukuman mati, kebiri, dengan maksud memberi efek jerah. Bukankah kita telah cukup memiliki sejumlah perangkat regulasi dan institusi yang concern dalam bidang ini? Namun kenyataannya, tindak kekerasan seksual semakin menjadi-jadi. Ide-ide yang mendesakkan “hukuman” menakut-nakuti tidak akan menyelesaikan...