Langsung ke konten utama

Postingan

TUBUH, TEKS, SEKS

  Oleh: Hamdan   sumber gambar; visualparadox.com Tiga bulan terakhir (sejak tulisan ini dibuat, Juni 2016), negeri kita menampilkan wajah muram campur geram setelah secara berturut-turut melalui berbagai media, terkabar sejumlah peristiwa pemerkosaan dibarengi pembunuhan sadis terhadap korban. Yuyun dan Enho cukup menjadi sampel. Dalam tahun 2015 sebagaimana dirilis Deutsche Welle, kekerasan seksual menurut catatan Komnas Perempuan telah mencapai 321.752 kasus kekerasan terhadap perempuan yang dilaporkan dan ditangani. Pelakunya beragam, dari ABG hingga KBT (Kakek Bau Tanah). Lalu publik mendidih, mendesakkan hukuman terberat terhadap para pelaku. Ada yang mendesakkan hukuman mati, kebiri, dengan maksud memberi efek jerah. Bukankah kita telah cukup memiliki sejumlah perangkat regulasi dan institusi yang concern dalam bidang ini? Namun kenyataannya, tindak kekerasan seksual semakin menjadi-jadi. Ide-ide yang mendesakkan “hukuman” menakut-nakuti tidak akan menyelesaikan...

Rektor UNASMAN, Orasi Ilmiah di Kampus Universitas Terbuka Majene

  Majene-andankji.com. Rektor Universitas Al Asyariah Mandar (Unasman), Dr. Hj. Chuduriah Sahabuddin, M,Si memperoleh kepercayaan untuk membawakan Orasi Ilmiah dalam kegiatan Wisuda Daerah Universitas Terbuka (UT) Majene, yang dilaksanakan pada Ahad 6 November 2022 di Aula LPMP Majene. Wisuda yang berlangsung hybrid (online dan offline) ini mengusung tema; “Konsep PTJJ dalam Tatanan PTNBH menuju Realisasi Kurikulum Merdeka Belajar di Era 5.0″. Dalam orasinya yang mengangkat judul: “Implementasi Merdeka Belajar melalui Pendidikan Jarak Jauh di Era 5.0” , Chuduriah Sahabuddin yang juga Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Sulbar menyampaikan bahwa Merdeka Belajar merupakan kebijakan baru yang diluncurkan oleh pemerintah dan diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang bahagia dan memberikan kenyamanan bagi pendidik maupun peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Akan tetapi, kata Chuduriah, harus diingat bahwa kenyamanan yang diberikan ...

Membincang Bulan

Hamdan eSA Pemerhati budaya dan Dewan Pembina UKM Seni Budaya eSA UIN Alauddin Makassar Suatu hari Nashruddin Hoja, seorang yang dikenal unik dan cerdas di tradisi hikmah para sufi, berjalan menuju sebuah lembah. Dia lalu dihadang seorang penggembala yang berkata padanya; “wahai tuan, apakah anda orang yang pandai?” Nashruddin menjawab; “iya!” Penggembala berkata; “lihatlah ke lembah itu, orang-orang bergelimpangan di sana. Akulah yang membunuh mereka, karena tidak dapat menjawab sebuah pertanyaanku.” Nashruddin lalu bertanya padanya; “apa pertanyanmu itu?” Penggembala berkata; “bulan, ketika berupa sabit, kita melihatnya kecil. Kemudian, dia menjadi besar seperti roda. Lalu, dia berubah menjadi kecil lagi dan kemudian menghilang hingga yang tampak adalah lainnya. Lantas, apa yang diperbuat oleh bulan lama?” Nashruddin menundukkan kepalanya sejenak dan berkata; “Kasihan mereka orang-orang bodoh itu. Bulan yang lama bersembunyi karena musim hujan dan dia sedang membuat petir.” Penggemb...